Categories
Bahasa & Sastra

AKU SEORANG PELACUR

“Kau mencari Indonesia? Kau akan menemukan dalam perut rakyat yang meneriakkan kelaparan, dalam persekongkolan dan dalam pelacuran politik dan ekonomi, dalam permainan politik uang, dalam pertengkaran yang memalukan para wakil rakyat yang terhormat, dalam acungan pistol dan tetakan parang para pembunuh. Atau di rumah-ruamh, mobil-mobil, hotel-hotel, vila-vila mewah para kaya. Juga di petak-petak kebatilan dan kemaksiatan….”

Martini -tokoh dalam novel ini- mengakui bahwa pelacur, memang najis mesyarakat. Tetapi, bagaimana dengan pelacur politik, ekonomi, koruptor, dan sebagainya? Bukankah juga najis masyarakat?

Silahkan pembaca menemukan jawabnya dalam novel(politi) ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *