Biografi Paus Fransiskus: Manusia Pendoa

Pelataran Basilika Santo Petrus, Vatikan, dipenuhi hamparan luas payung-payung yang mengembang. Ribuan orang seraya menahan udara dingin yang menggigit serta terpaan air hujan selama berjam-jam, menantikan saat cerobong asap Kapel Sistina memberikan tanda-tanda yang diharapkan… Pada saat jarum jam menunjuk pukul 19.05, segumpal asap putih membumbung. Awalnya asap putih itu sangat tipis, tetapi kemudian berangsur-angsur menjadi lebih tebal dan bersih. Asap putih itu pun mulai membumbung dengan kencang dari cerobong asap, mengirimkan pesan yang jelas kepada orang-orang yang terpesona dan mulai bersorak-sorai. Paus telah terpilih, walaupun dunia belum tahu nama dan wajahnya. Pada saat itu hujan berhenti. Penantian itu seperti tak berkesudahan. Akhirnya, jendela besar teras utama Basilika Santo Petrus terbuka… Dialah Kardinal dari Buenos Aires, Jorge Mario Bergoglio. Dia lah Jesuit pertama yang menjadi Uskup Roma dan yang pertama dalam sejarah Gereja menggunakan nama Fransikus, si Miskin dari Asisi. Dialah Paus yang dengan rendah hati mengatakan, “Saya menginginkan Gereja yang miskin dan untuk orang miskin!”