BUDDHA : Sebuah Biografi Naratif

Siddhartha menemukan bahwa tidak ada jaminan keselamatan dan kesejahteraan di mana pun. Hawa dasar dari kehidupan—yaitu kefanaan—mengalahkan apa pun yang coba ditegakkan untuk melawannya, dengan tanpa ampun. Tidak ada impian-impian, tidak ada kepompong dari konvensi atau adat istiadat yang telah ada, yang bisa bertahan terhadap perubahan, penuaan, dan kematian. Sehingga, Sang Pangeran dengan perlahan-lahan meninggalkan kelekatan terhadap ilusi kenyamanan yang muncul tersebut, kemudian mencari fakta di luar semua itu.

Dengan keberanian dan pengabdian yang tak kunjung padam dan tanpa henti, dia mengikuti jalan yang ditunjukkan oleh kecerdasannya. Hasilnya? Seorang pangeran bangkit dari semua mimpi (yang bersifat fana) dan menjadi Buddha.

“Thus-Gone One”, sang Tathagata—sebagaimana Sang Buddha disebut—melihat dengan jelas totalitas dari kehidupan dan hal-hal di luar kehidupan itu sendiri. Sang Buddha telah sepenuhnya menjelajahi berbagai jangkauan realitas dan pencapaian yang nyata. Dia berangkat melakukan perjalanan dengan tekad untuk menaklukkan kematian, dan dia benar-benar melakukannya.
*
Gate gate paragate parasamgate bodhi svaha.
“Pergi, pergi, pergilah sampai di luar batasmu, benar-benar melampaui batasmu, bangkitlah, jadilah bagian dari itu.”