FILANTROPI ISLAM : Sejarah dan Kontestasi Masyarakat Sipil dan Negara Indonesia

FILANTROPI ISLAM : Sejarah dan Kontestasi Masyarakat Sipil dan Negara Indonesia

Filantropi merupakan salah satu unsur penting dalam Islam. Zakat, sebagai salah satu bentuk dari filantropi, adalah salah satu rukun Islam. Begitu juga, sedekah dan wakal’ merupakan ibadah yang sangat dimuliakan dalam ajaran Islam dan diamalkan setara luas dalam praktik kehidupan umat Islam sepanjang sejarah Islam sejak masa awai. Cukup mengherankan, minat untuk memahami soal penting ini masih sangat terbatas hingga beberapa waktu belakangan ini- Namun, peikembangan mutakhir dalam kajian keislaman di Indonesia menunjukan gejala yang menggembirakan dengan adanya minat yang meningkat pada bidang kajian ini. Kehadiran buku ini mewakili perkembangan yang menggembirakan tersebut, tatapi sekaligus mengisi keknsongan serins dalam kajian historis filantropi Islam di Indonesia sejauh ini.

Buku ini menyajikan penelusuran historis komprehensif mengenai perkembangan filantropi Islam di Indonesia. Dengan menggumuli pertanyaan pokok : bagaimana filantropi Islam mempengaruhi hubungan antara agama dan negara ?, buku ini menunjukkan bahwa sepanjang sejarahnya, praktik-praktik filantropi Islam di Indoneia telah diwarnai oleh kontestasi antara agama dan negara; antara upaya untuk melibatkan negara dalam mengatur kegiatan filantropi dan upaya untuk mempertahankan praktik-praktik tersebut tetap di bawah kontrol masvarakat sipil Muslim yang menggunakan filantropi Islam untuk memberdayakan masvarakat dan untuk mendorong perubahan sosial. Sejak masa kesultanan-kesultanan Islam,berlanjut ke masa penjajahan, hingga masa Indonesia kontemporer, ada berbagai perkembangan dan kepentingan yang berbeda antara penguasa maupun masvarakat sipil Muslim dalam menjalankan filantropi Islam. Buku ini menunjukkan kontestasi yang seimbang antara masvarakat sipil Muslim dan negara. Ketika negara lennh, filantropi berkembang pesat dan digunakan untuk menantang kekuasaan negara. Ketika negara sangat kuat, musyarakat sipil Muslim cenderung melemah tetapi tetap masih menemukan cara untuk menjalankan kegiatan kegiatan filanuopi dalam mang publik untuk mendorong perubahan sosial. Fenomena ini masih relevan dengan periode Indonesia modern.

 

Close Menu