HUMANISME DALAM ISLAM

Humanisme dalam Islam tidak ditulis sekedar karena rasa simpati terhadap umat Islam, akan tetapi juga karena bukti-bukti sejarah: peradaban (Civilisation) Islam adalah peradaban yang pertama dalam memberi ketentuan yang jelas untuk melindungi nasib manusia dan masyarakat, juga untuk mengarur hubungan antar bangsa.

Kondisi buku sbagus orir orang-orang barat meninggalkan Ethnocentrisme (rasa bahwa mereka itu yang terpenting di dunia ini) untuk lebih memahami aspirasi-aspirasi legitime bangsa-bangsa Islam pada waktu sekarang. Buku ini bertujuan untuk menghilangkan purbangsangka-purbangsangka tentang Islam dan membuktikan bahwa “hukum Islam” yang telah menimbulkan kesadaran hukum di Eropa pada abad pertengahan, sudah mulai memberikan sumbangan penting bagi pembaharuan hukum Internasional, berkat ketentuan-ketentuan yang melindungi hak-hak manusia, serta kecenderungannya kepada perdamaian yang dinamis yang didasarkan atas keadilan.