ISLAM DAN NESTAPA MANUSIA MODERN

Manusia yang menderita adalah manusia yang hidup di pinggiran lingkaran eksistensi. Pusat eksistensi adalah Yang Bathin, Pinggiran eksistensi adalah yang Zhahir. Hanya dengan menggunakan rasionalitas (humanisme) kental yang diagung-agungkan kaum Barat, manusia tidak akan dapat menuju transformasi spiritual menuju pusat eksistensi- menjadi manusia yang utuh (al insanil kamil).