KITAB TAUHID

Ketika ajaran Islam telah dipenuhi oleh kepercayaan dan praktek-praktek yang menyelewang pada abad pertengahan, tiba-tiba mencullah Kitan Tauhid, karangan Muhammad Ibn ‘Abdul wahhab, yang menderu-deru bagaikan badai pasir, memurnikan tauhid, menggemakan pembaharuan dalam semangat puritanikal murni, mereduksi spiritual dan moral islam dalam thema: kembali kepada al-Qur’an dan Hadits.

Sampai pun hari ini, ketika orang berbicara tentang “pembaharuan” di dalam Islam tak akan bisa terlepas dari Ibn Taimiyah, dan tentu saja “Gerakan Wahabi” di Arab Saudi, yang diilhami oleh buku ini. Kitab Tauhid penting kita baca kembali, bukan hanya karena ia telah mengukir dengan pasti jalannya pemurnian aqidah dalam sejarah Islam, tetapi lebih daripda itu, isinya makin kita perlukan lagim ketika kini makin dihadapakan pada berbagai fenomena yang “membingungkan” pada abad modern ini. Tentu saja, dengan maksud memperkukuh tauhid kita.