Lubang dari Separuh Langit

Lubang dari Separuh Langit

Hal yang mempengaruhi saya dalam penulisan novel ini adalah pikiran bagaimana kalau seandainya saya dilahirkan sebagai perempuan? Bentuk pencarian diri apa yang akan terjadi? Pengaruh besar lainnya tentulah datang dari kesibukan saya bekerja bersama-sama Rakyat Miskin Kota di Jakarta lewat UPC (Urban Poor Consortium). Banyak pengalaman bersama mereka yang membuat saya mencium bau kehidupan lebih keras 1 cm di hidung saya. Saya malu untuk mengatakan bahwa novel ini sesungguhnya saya tulis untuk mereka, karena memamg tidak ada novel dalam rumah mereka.

Novel pendek ini saya tulis seperti memasukkan kaca pembesar dari sebuah korek api ke dalam usus besar saya. Novel yang saya tulis di desa Made Wianta di Apuan, Baturiti, Bali. Desa yang sedang menyiapkan upacara ngaben bersama untuk 49 orang penduduk Apuan yang telah meninggal dunia sepanjang 5 tahun yang lalu. Ngaben sebagai peristiwa ritual membebaskan yang fisik, yang material menjadi Mahabhuta, akar materi yang tidak lagi memiliki daya pengikat apa pun. Mungkin novel ini juga sedang menuju sebagai sebuah ngaben bahasa.

Close Menu