MADIUN dari Republik ke Republik

Pemberontakan PKI di Madiun pada tahun 1948 yang terkenal dengan sebutan “Peristiwa Madiun” atau “Madiun Affaire” banyak mendapat sorotan dari para sejarawan nasional maupun internasional. Peristiwa pengkhianatan PKI di saat Republik Indonesia yang baru merdeka sedang menghadapi ancaman agresi militer Belanda itu telah ditulis orang, baik dalam bentuk buku, aritekl, ataupun manuskrip, dari sudut pandang tertentu. Dalam berbagai buku “Peristiwa Madiun” juga disinggung, tetapi kebanyakan hanya sekilas, berupa pengalaman pribadi seseorang atau sebagai bagian dari penulisan sejarah pergolakan revolusi di awal kemerdekaan Republik Indonesia.
Salah satu buku-buku tersebut, yang lebih lengkap dan paling banyak dikutip oleh para penulis lain adalah buku Perintah Presiden Soekarno: “Rebut Kembali Madiun” yang ditulis Letjen (Purn) Himawan Soetanto selaku perwira tinggi TNI. Kali ini penulis yang sama menuliskan kembali “Peristiwa MAdiun” dalam kapasitasnya sebagai seorang sejarawan.
Tak anyal lagi, buku “madiun dari Republik ke Republik” ini, yang merujuk kepada lebih banyak buku, artikel di koran maupun majalah, bahkan manuskrip-manuskrip yang tidak diterbitkan, serta dengan mewawancarai lebih banyak tokoh yang di masa mudanya terlibat di dalam penumpasan ppemberontakan PKI di Madiun, tentulah merupakan buku paling lengkap, ditinjau dari berabgai sudut pandang, objektif dan akurat, yang membeberkan “Peristiwa Madiun”