Malapetaka Demokrasi Pasar

Transisi demokrasi ternyata membawa jejak yang mengenaskan. Di berbagai negara, setelah rejim otoriter runtuh, bukan transisi menuju demokrasi yang terciptakan, melainkan transisi menuju neoliberalisme dan demokrasi pasar. Disana-sini komplotan para oligarkh dan rejim pro pasar yang akhirnya duduk di tampuk kekuasaan. Kalangan yang lebih suka membawa demokrasi dalam paham yang sedikit mirip dengan fasisme. Dengan menelusuri fakta yang berjalan di Rusia dan Argentina buku ini memberi sinyal yang tajam: demokrasi tak selalu memenangkan kekuasaan rakyat. Tak jarang demokrasi hanya menghasilkan penguasa lama yang berseragam baru dan kehidupan politik tetap berjalan muram. Sebuah tatanan yang terkadang memakan aktivisnya dalam jaring para bandit sekaligus menjerumuskan para pejuangnya dalam dosa sosial. Buku ini mengingatkan pada kita bahwa paham Demokrasi membutuhkan para pengawal yang berani dan gesit dalam memahami sistem.