Menemukan Kembali Liberalisme

Sejak awal kelahirannya di zaman pencerahan, liberalisme diyakini sebagai doktrin “kebebasan merata” dan “kesempatan yang setara” untuk setiap individu, tanpa pengaturan, kontrol, dan regulasi dari negara. Liberalisme juga berurusan dengan aktivitas yang menyangkut soal kesejahteraan material manusia.

Sayangnya, doktrin liberalisme yang berkembang di Barat sekarang, khususnya di Amerika Serikat, malah menjadikan kebebasan bergerak liar dan justru menusuk doktrin liberalisme itu sendiri. Apa yang dilakukan Barat dan Amerika tak kalah berbahayanya dengan ideologi komunisme.

Di tengah makin liarnya liberalisme inilah, Ludwig von Mises hadir dengan bukunya yang kritis ini. Di era globalisasi sekarang ini, menurut dia, liberalisme sudah melenceng jauh dari rohnya. Liberalisme yang berkembang kini justru menjadi doktrin neokolonialis yang digunakan negara-negara maju untuk menjadikan regulasi ekonomi dan politiknya sebagai kebebasan yang monilitik. Terbukti, liberalisme yang dikembangkan pada saat ini justru mengebiri dan mengerdilkan individu-individu di bangsa-bangsa lain. Negara-negara Barat mengkhotbahkan liberalisme, tetapi mereka justru menelikung liberalisme itu untuk kepentingan politik yang absurd.