MISKIN ITU MENJUAL : Representasi Kemiskinan Sebagai Komodifikasi Tontonan

Kini, miskin tidak hanya menjadi obyek belas kasihan, melainkan juga obyek komoditas! Televisi menjadi lapaknya. Sebagai suatu teknologi, televisi tak senetral yang dikira. Proses-proses produksinya dan format medianya mempunyai logika sendiri. Ketika kemiskinan ditampilkan dalam media kapital itu, maka komodifikasi menjadi keniscayaan, tak peduli apapun retorika para produsen TV.

Buku ini berupaya membongkar fenomena reality show tentang orang miskin yang kini marak di berbagai stasiun televisi. Dengan pendekatan semiotika dan meminjam pendekatan ekonomi politik tanda Baudrillard, Totona menyingkap bagaimana program-program TV tersebut mempermainkan obyek tanda kemiskinan, merepresentasikannya, dan meraup keuntungan dari penayangannya. Membaca buku ini kita dibukakan mata-pikir, bagaimana dalih para produsen TV bahwa acara-acara itu untuk membantu orang miskin sebenarnya tak lebih dari kedok untuk mengeksploitasi kemiskinan mereka.