Paulo Freire : Kehidupan, Karya dan Pemikirannya

Manusia menurut Paulo Freire, merupakan satu-satunya makhluk yang memiliki hubungan dengan dunia. Manusia berbeda dari hewan yang tidak memiliki sejarah, dan hidup dalam masa kini yang kekal, yang mempunyai kontak tidak kritis dengan dunia, yang hanya berada dalam dunia. Manusia dibedakan dari hewan dikarenakan kemampuannya untuk melakukan refleksi (termasuk operasi-operasi intensionalitas, keterarahan, temporaritas dan trasendensi) yang menjadikan mahluk berelasi dikarenakan kapasitasnya untuk meyampaikan hubungan dengan dunia. Tindakan dan kesadaran manusia bersifat historis manusia membuat hubungan dengan dunianya bersifat epokal, yang menunjukkan di sini berhubungan di sana, sekarang berhubungan masa lalu dan berhubungan dengan masa depan. manusia menciptakan sejarah juga sebaliknya manusia diciptakan oleh sejarah.

Dennis Collins mengungkapkan dalam bukunya tentang pemikiran yang mempengaruhi Paulo Freire. Menurutnya dia tidak mungkin untuk menyebutkan setiap orang yang membentuk pemikirannya, tetapi dia mengungkapkan bahwasanya ada lima jaringan filosofis yang bergabung dengan humanisme klasik Paulo Freireuntuk membentuk pemikirannya. Mereka adalah sebagai berikut: Pertama, Personalisme merupakan salah satu jaringan filosofis yang mempengaruhi pemikiran Freire. Dari sekian banyak tokoh personalisme, karya yang sering dibaca adalah karya Emanuel Mounir dalam perkembangan intelektualnya. Mounier adalah seorang intelektual prancis yang terkenal dengan perlawanannya terhadap Hitler, adalah editor jurnal LEsprit sampai saat kematiannya di tahun 1950.