PROBLEM BAHASA KITA; Kritik Bahasa dari “Iwak Pitik” sampai “Arus Balik”

Problem bahasa terjadi di arena sains, teknologi, tradisi, kuliner, agama, seni, filosofi, pendidikan, militer, diplomasi, keluarga, lingkungan hidup, ekonomi, kesadaran diri, dst., yang tidak berdiri sendiri-sendiri, tapi berbaur di dalam keruwetan interaksi kehidupan masyarakat yang kompleks, yang berubah dengan cepat pula dari hari ke hari. lstilah-istilah, ungkapan-ungkapan, jabaran-jabaran, dari yang terbatas seujung jarum sampai seluas pandangan dunia (weltanschauung), yang berasal dari segala penjuru angin, berseliweran dan berbenturan. Itulah problem bahasa kita, bukan sekadar teknis kebahasaan yang masih rajin dihafal di sekolah-sekolah; dan sangat jelas bukan hanya perkara “bahasa Indonesia yang baikdan benar”.

Kumpulan tulisan dalam buku ini adalah bagian dari perjuangan dan pergumulan besar bangsa ini untuk memupuk bahasa Indonesia agar menjadi bahasa yang kuat di gelanggang peradaban global yang kita hidupi saat ini. Membaca tulisan-tulisan ini adalah bagian dari proses mengatasi problem bahasa kita yang hidup itu, proses mengurai satu demi satu kekusutan, sebelum merajutnya kembali ke dalam mosaik nusantara nanjaya. Suatu proses yang insya Allah tidak akan pernah selesai.

– Samsudin Berlian,
Kolumnis Rubrik Bahasa Harlan Kompas.