PUNCAK KEBAHAGIAAN (Al-Farabi) ; Etape-Etape Sufistik Filosofis Meniti Revolusi Hidup

Kebahagiaan merupakan puncak tujuan seluruh umat manusia. Untuk itu, mereka melakukan segala upaya agar sampai pada tujuan tersebut. Apabila hal itu (kebahagiaan) telah dicapainya-menurut Al-Farabi-mereka tidak lagi membutuhkan hal-hal lain yang menjadi tujuan. Dengan demikian, kebahagiaan tidak berpengaruh hanya karena Dzat (esensi)-Nya dan tidak untuk tujuan yang lain selama-lamanya.

Kebahagiaan adalah kebaikan yang tanpa syarat. Cara mencapainya-lanjut Al-Farabi-haruslah berupa kebaikan pula; bukan untuk dirinya melainkan berguna dalam hubungannya dengan kebahagiaan; dan segala sesuatu yang menghalangi pencapaian kebahagiaan melalui cara yang tidak baik.
Sebagai makhluk yang berakal yang terdiri dari jiwa dan raga; manusia, dengan akalnya, memiliki kemampuan untuk membedakan yang baik dan buruk. Al-Farabi berpendapat bahwa jiwa manusia memiliki kemampuan, inilah yang menyebabkan dia berbeda dengan binatang.