RADIKALISME LOKAL: Oposisi dan Perlawanan Terhadap Pendudukan Jepang di Jawa (1942-1945)

Dalam perspektif yang lain, para penulis Indonesia dalam buku ini adalah orang-orang yang bukan hanya sejarahnya diingkari tetapi keberadaannya sebagai manusia Indonesia juga mengalami pengingkaran. Mereka bagian dari orang-orang yang distigmatisasi pasca Peristiwa 1965 dan mengalami dehumanisasi selama Orde Baru sebagai warga negara kelas setengah, setengah warga negara dan setengah bukan warga negara. Jadi sumbangan buku ini bagi historiografi Indonesia bukan hanya memberikan suara bagi aktor lokal dalam nadi revolusi sosial Indonesia, dimana kebanyakan bukanlah nama-nama terkenal dan sedikit kaum yang terdidik. Mereka adalah yang berimajinasi tentang perubahan sosial radikal, yang ingin merombak ketimpangan menjadi kesetaraan dan Rakyat mendapatkan kedaulatannya. Lebih dari itu semua, buku ini membantu para survivor untuk mendapatkan kembali haknya, hak atas sejarah dan pengalamannya yang turut bergelut bagi terbentuknya Republik, dimana sebagian dari mereka tak selamat atau justru menjadi tumbal bagi negerinya sendiri