SECRET OPERATION : Peter Beek, Freemason dan CIA

“Beek menyelenggarakan kursus-kursus satu bulanan secara reguler, bagi mahasiswa, aktivis, maupun kaum muda pedesaan.” (Richard Tanter)

“Setelah komunis dihancurkan oleh tentara, Beek melihat ada dua ancaman (setan) yang dihadapi kaum Katolik di Indonesia. Kedua ancaman sama-sama berwarna hijau: Islam dan tentara. Tapi Beek yakin, tentara adalah ancaman yang lebih kecil (lesser evil) dibanding Islam yang dilihatnya sebagai setan besar.” (Dr. George J. Aditjondro)

—-
Pater Beek, seorang agen CIA dan Freemason (organisasi bawah tanah Yahudi) berkebangsaan Belanda mendarat di Jakarta pada tahun 1955. Ia mendapatkan tugas penting dan tidak main-main: mengkudeta Soekarno dan menghancurkan Komunis. Guna menjalankan misinya, ia mendekati beberapa perwira Angkatan Darat dan aktivis mahasiswa.

Pecahnya peristiwa G 30 S tidak disia-siakan oleh Pater Beek. Secepat kilat ia menggalang demonstrasi-demonstrasi mahasiswa besar-besaran di seluruh Jakarta. Kekuasaan Soekarno pun limbung. Soeharto, salah satu bidak sang agen, mulai merangkak naik ke singgasana kekuasaan. Lewat tangan Soeharto, Pater Beek mulai menghancurkan kekuatan Komunis. Lima ribu nama orang-orang Komunis ia serahkan kepada Soeharto untuk dihabisi. Narasi kelam dalam sejarah Indonesia pun dimulai.

Setelah Soekarno tumbang dan Komunis dihancurkan, Pater Beek mencari sasaran baru. Sasaran baru itu umat Islam. Lewat orang-orang kepercayaannya, Pater Beek mengobrak-abrik kehidupan politik umat Islam Indonesia. Tujuan Pater Beek untuk memojokkan dan mengkerdilkan umat Islam pun tercapai. Tak mengherankan kalau hampir selama 30 tahun umat Islam yang jumlahnya mayoritas menjadi paria di negeri sendiri.