Senja di Jakarta Mochtar Lubis

Senja di Jakarta Mochtar Lubis

Dalam novel Senja di Jakarta, Mochtar Lubis menyayat kehidupan politik dan sosial di Jakarta selama kurun waktu 1950-an. Dengan kejernihan yang menyerikan ia berhasil membuka arus-arus kemiskinan, korupsi, dan kejahatan yang mengalir dengan deras di bawah permukaan kehidupan setiap hari di Jakarta.

Meskipun novel ini berkisah tentang kehidupan di Jakarta, namun seandainya pembaca mengikuti novel ini dengan seksama, maka apa diceritakan juga melukiskan berbagai kekuatan yang mempengaruhi, membentuk, dan mendorong kehidupan mereka yang kaya, miskin, kaum politik dan kriminal, kaum intelektual, dan juga mereka yang berpindah tempat dari desa ke kota besar. Suryono, sang tokoh utama, seorang pegawai negeri yang masih berumur muda, merupakan sebuah titik utama yang digunakan penulis untuk menggambarkan betapa tali-tali yang menjerat banyak anggota masyarakat dari berbagai kelompok untuk melakukan beragam perbuatan yang menekan dan menindas rakyat kecil dan membuat yang kaya bertambah kaya, dan yang berkuasa tambah berkuasa. Fenomena yang amat sering terjadi dalam negeri-negeri yang belum lama merdeka.

Tema novel Senja di Jakarta masih relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Karenanya, permenungan dan penggambaran realitas politik dan sosial di dalamnya masih terasa aktual dan relevan.

Close Menu