Timor Timur; Sebuah Memoar

Akulah kaer fatuk, penutur riwayat bangsaku
Aku memikul cerita-cerita bagai batu-batu
berat, tak melupakan satu pun.
Pada malam-malam genting aku
menguburkan sejumlah batu, di bawah
pohon-pohon hama yang akarnya
tertanam jauh di dasar bumi.
Dalam bahaya, aku telah menjadi pohon ham itu sendiri, rambutku yang tebal
dan panjang terjalin, tanda memohon
perlindungan dari tanah sakral.
Sang Surya telah terbit, Timor Lorosa’e,
tanah leluhurku, lalu kugali batu-batu
itu, kutarik keluar. Inilah ceritamu
dan ceritaku. Naldo Rei