AFTER GOD ; Masa Depan Agama

Postmodernisme bukan hanua menjadi antitesa modernisme, melainkan juga “alternatif spiritual” di tengah tandusnya hutan-hutan agama. Lepas dari keragaman cara mempertemukan Tuhan (atau ‘tuhan’) dengan manusia yang mengejawantah secara personal maupun impersonal, Don Cupitt dengan lapang dada turut membuktikan bahwa keyakinan terhadap “Yang Lain” atau “Universal” memang telah hidup sejak zaman prasejarah. Keyakinan supernatural merupakan ‘sesuatu’ yang inhern dalam bangunan fisik dan psikis manusia, seperti ruh, dewa, jiwa, totem, bahasa, naluri dan pikiran.
—-
Melalui buku filsafat ini, Don Cupitt mencetuskan model pembacaan agama (Spriritual) yang mempertemukan ruang-ruang a-historis dengan historis, suprarasional dengan rasional, dan imajinasi dengan realitas. Sebuah wacana urgensi makna Tuhan dalam labirin manusia sampai kapan pun.