Menggambarkan diri sendiri sebagai “teroris intelektual”, jean Baudrillard adalah sa lah satu penulis paling penting dan paling provokatif di era kontemporer. Diakui dunia sebagai nabi post-modernitas, ia telah mengganti ortodoksi-ortodoksi modern paling keras hati dengan formulasi dan argumennya yang sering berbentuk novel .

Tulisan-tulisannya banyak menimbulkan kontroversi , memaksa pembaca untuk menentukan apakah gagasannya berada di atas atau di belakang posisi-posisi yang te lah di tetapkan.

Pria kelahiran Reims, prancis, 1929 ini pertama kali disebut sebagai “sang provokator” tahun 1973, ketika karyanya “The Mirror of production” mencoba menyerang secara sistematik pada Marxisme klasik, mengklaim bahwa Marxisme tidak lain adalah cermin bagi masyarakat borjuis, menempatkan produksi sebagai pusat kehidupan, sehingga menaturalisasikan organisasi kapitalis pada masyarakat.

Untuk memahami konsepsi Baudrillard tentang peran ‘berahi’ dalam “seduction” ‘pembebasan’ wanita, kita harus melihat peran yang sangat berat yang hendak diangkatnya. Buku ini tidak sekadar membincang feminisme, pembebasan makna berahi, rayuan atau godaan, tetapi…