Cinta Tak Pernah Sia-Sia

Sebuah perjalanan dan proses kreatif sebagai penulis cerpen di Kompas Minggu selama 27 tahun.

SEBAGAI AHLI WARIS PELBAGAI KHAZANAH SASTRA DUNIA, Agus Noor sangat berani mengeksplorasi gaya. Mulai dengan siasat estetis di zaman Orde baru, sampai menolak untuk didefinisikan ketika menulis cerpen dengan berbagai gaya: surealis, absurd, populer, bahkan metropop.

Baginya, menulis bukan semata-mata soal gaya teknik, tapi cara memandang, menanggapi, dan menyikapi dunia. Dunia macam apa yang ditanggapi dengan “Cinta Tak Pernah Sia-Sia?