Wasiat Sang Begawan; Pesan-Pesan Nurcholish Madjid

Yang dikemukakan dalam buku ini cukup menarik. Prof. Dr. Nurcholish Madjid dibayangkan sebagai Begawan Abiyasa. Abiyasa adalaha Begawan terkemuka yang bermukim di padepokan Retawu digunung Saptaarga. Sebelum menjadi Begawan, Abiyasa adalah raja Hastina, kakek Pandawa dan Kurawa menurut epos Mahabarata. Abiyasa pertaba sakti, arif bijaksana, dan mejadi gru wangsa Barata. Begitu pula Cak Nur adalah cendekiawan muslim yang menjadi guru bangsa Indonesia.

Cak Nur sudah wafat pada tahun 2005, tetapi Solichin membayangkan beliau tetap hidup di bumi Indonesiamkarena pemikirannya atau ilmu yang ditinggalkan masih ada dan bermanfaat bagi umat Islam, bangsa, dan negara Indonesia. Karya pikir Cak Nur tentang berbagai hal itu adalah warisan yang tak ternilai harganya sehingga harus kita rawat dengan sebaik-baiknya. Buku Wasiat Sang Begawan ini juga bermaksud untuk melestarikan dan memanfaatkan warisan itu. Dengan gaya pewayangan dikemukakan wasiat atau pesan Cak Nur tentang NDP untuk HMI, Iptek untuk umat Islam, dan Platform membangun Indonesia, waiat untuk bangsa Indonesia. Tiga tema tersebut memang menjadi sangat penting bagi upaya membangun peradaban bangsa Indonesia. Prof. Dr. Nurcholish Madjid sangat besar perhatiannya terhadap peradaban manusia. Peradaban yang unggul dan bermanfaat adalah cita-cita Sang Begawan yang diperjuangkan semasa hidupnya