Dari TEOLOGI Menuju AKSI

Dalam bukunya yang berjudul Dari Teologi Menuju Aksi ini, Abad Badruzaman ingin membedah sisi teologi fungsional, dalam memberikan daya dorong keberpihakan dan ke-pembela-an terhadap hak orang-orang lemah yang tertindas. Dan wujud praksis dari kesadaran ke-bertuhan-an itu adalah, menciptakan keadilan ekonomi, sosial dan politik bagi ummat manusia (terutama orang-orang kecil yang terpinggirkan).

Masih dalam trayek kesadaran teologi, menukil Asghar Ali Engineer dalam teologi pembebsannya, dijelaskan, “kesadaran kebertuhanan itu akan menjadi kering dan hilang sisi maknawinya, manakala dalam mendefenisi dan mengejawantahkannya tidak menunjukkan sisi keberpihakan pada ummat manusia”. Banyak ketidakadilam dan penindasan hak orang-orang lemah yang harus dibela dengan kesadaran teologi diamksud.

Dalam buku setebal 303 halaman ini Badruzaman menjelaskan bahwa, yang termasuk golongan tertindas adalah masyarakat dengan status ekonomi rendah. Mereka adalah orang-orang miskin yang tidak diberdayakan. Mereka adalah petani yang tidak dipedulikan, buruh yang dihargai dengan upah yang rendah, pembantu rumah tangga yang dilecehkan atau dianiayah, serta anak-anak jalanan yang kesehariannya dihardik oleh mereka yang bermobil mewah, bersepatu licin, berdasi, “yang setiap harinya selalu berceloteh tentang rakyat”. Tapi seolah buta dan tuli dengan kondisi sosial di sekitarnya.

Melalui buku berjudul Dari Teologi Menuju Aksi; Membela yang Lemah, Menggempur Kesenjangan, penulis hendak mengajak para pembacanya untuk menjadi jiwa-jiwa pembebas penindasan. Memperjuangkan nasib rakyat kecil.