INKONSISTENSI GERAKAN RADIKAL KIRI: Praktik Politik Kaum Komunis di Indonesia

Seperti mendengarkan sebuah dongeng. Mengikuti jejak sejarah memang selalu mendebarkan sekaligus mengesankan. Termasuk bagaimana membaca kembali regenerasi & peran orang-orang komunisPKIdalam segala aksi yg mereka lakukan dari mulai pemberontakan 1926, pemberontakan Madiun 1948, aksi mogok para buruh tahun 1951, & terakhir G30S 1965. sekalipun aksi-aksi itu sebagian besar menuai kegagaln, namun ini tak seberapa dibanding dengan terdesaknya moskow tahun 1991. jelas ini kemenangan musuh-musuh komunis paling gemilang yg kemudian terus merengsek ke mana-mana. Tahun 1926 1927 ialah aksi radikal yg degerakkan oleh generasi didikan sneevliet. Aksi ini terjadi di Silungkang ( Sumatra Barat), Banten, & Betawi. Dilanjutkan tahun 1948 di madiun yg di lakukan generasi sisa-sisa PKI 1926-1927 seperti Muso.

Tahun 1951 sekalipun dalam skala kecilmuncul aksi radikal kaum buruh di jakarta & bogor yg didalangi sejumlah eksponen 1948 madiun. Terakhir tahun 1965 yg merupakan aksi final PKI dengan kegagalan telak yg membuat partai ini terkubur selamanya di belantara perpolitikan Indonesia. Orang pun bertanaya, apakah orang-orang komunis selalu membuat aksi yg sengaja dirancang gagal? Apakah PKI selalu membuat kegiatan yg memang di rancang utk men-citrabudayakan dirinya sendiri? Apakah sikap orang-orang komunis Indonesia sendiri yg memang inkonsisten dengan ideologinya?