Islam di Mata Orang Jepang: Ulil, Gus Dur, sampai Ba’asyir

Buku karya sosiolog Jepang yang ditulis berdasarkan penelitian tentang seluk-beluk Islam di Indonesia selama lebih dari satu dekade. Berisi hasil wawancara dan analisis dari pendapat sejumlah tokoh Islam dari berbagai mazhab dan aliran.

Apa saja perbedaan dan persamaan persepsi tentang ajaran Islam antara Ulil Abshar Abdalla, tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL); K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ulama moderat yang menjadi Presiden RI; dan Abu Bakar Ba’asyir, yang dikenal sebagai figur utama Islam fundamentalis?

Benarkah anggota Front Pembela Islam (FPI) semuanya orang-orang garang yang senang kekerasan? Apakah benar Abu Bakar Ba’asyir tokoh yang sangat sulit ditemui?
****

“Membaca buku tentang Islam Indonesia yang ditulis outsider (Jepang) sangat bermanfaat bagi insider. Pengamatan outsider (complete observet) sering kali lebih tajam dan kritis daripada pengamatan dari dalam insider (complete participant). Dialog antara keduanya diperlukan untuk pengembangan peradaban manusia.”
– Amin Abdullah, Reklor UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta (2001-2010) ‘

“Sebagai peneliti dengan rasa ingin tahu yang kuat tentang Islam, Hisanori Kato telah menghasilkan buku yang ada di tangan pembaca sekarang ini. Temuannya sungguh penting agar umat Islam Indonesia mau berkaca diri. Hasil penelitian yang bisa membantu kita agar cermin yang dipakai lebih terang dan obyektif.”
– Ahrnad Syafi’i Maarif, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (2000-2005)

“Sebagai warga negara Indonesia dan seorang Muslim, saya sangat senang dan berterima kasih pada Hisanori Kato yang telah menunjukkan perhatian dan kecintaannya pada Indonesia. Lebih khusus lagi simpatinya yang lebih dalam terhadap umat Islam. Penting dibaca kalangan kampus, politisi, dan para mubalig.”
– Komaruddin Hidayat, Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta