Jaringan Baru Teroris Solo

Sebagai teror bermotif politik, terorisme senantiasa memanfaatkan situasi yang tepat untuk melancarkan aksinya. Jaringan teroris bermutasi menebarkan virus teror dan kekerasan mengatasnamakan agama. Kelompok baru, seperti Mujahidin Indonesia Barat dan Timur, serta kelompok ISIS Indonesia, terus memperluas gerakannya yang bermuara pada cita-cita berdirinya Negara Islam Indonesia.

Buku ini mencoba mengurai bagaimana kekerasan atas nama Tuhan dan agama terus terjadi di Indonesia. Bagaimana teroris, yang anti-kemanusiaan, dapat mengakui dirinya pasukan Allah. Jaringan Teroris Solo merupakan jaringan terbesar serta terhubung dengan hampir seluruh kelompok dan aksi teror di Indonesia. Jaringan ini tidak pernah mati dan mengalami regenerasi menjadi kelompok baru meskipun aparat telah berusaha menggulungnya.

Memahami jaringan ini akan membantu memahami karakter terorisme di Indonesia, sehingga dapat merumuskan dengan tepat kebijakan strategis penanggulangan terorisme yang akan datang.
****

“Indonesia sebenarnya korban terorisme, dilakukan oleh anak-anaknya sendiri yang juga bekerja sama dengan warga negara lain. Pelaku teror adalah mereka yang merasa benar di jalan yang sesat dengan dalil-dalil agama. Buku ini ditulis oleh seorang Perwira Menengah AD (Angkatan Darat), sebuah karya tulis yang patut dibaca dan diapresiasi.”
– Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, Guru Besar dan Mantan Ketua PP Muhammadiyah