SEJARAH NUSANTARA ; Kerajaan Islam di Nusantara hingga akhir masa Kompeni

Buku ini memuat penjelasan-penjelasan singkat mengenai bab-bab Sejarah Indonesia. Aku tertarik dengan bab 15 mengenai “Agama, Tjandi dan Seni”. Sanoesi Pane mengajak pembaca mengembara ke peninggalan-peninggalan sejarah: candi. Monumen batu ini bakal menguak pengetahuan tentang anutan agama dan ejawantah seni di masa silam. Candi mengandung panggilan-panggilan sejarah. Sanoesi Pane memberi keterangan: “Pada mulanja seni tjandi di Nusantara tidak berbeda benar dengan di India, meskipun tidak ada tjandi Nusantara jang sama betul dengan tjandi India. Makin lama makin banjak zat-zat Nusantara masuk kedalamnja, meskipun pusat-pusat seni India berganti-ganti pengaruhnja. Pada umumnja tjandi-tjandi itu makin ramping. Di Djawa Tengah tjandi jang terutama berduru ditengah-tengah, tetapi di Djawa Timur dibelakang dan djadi achir kumpulan tjandi-tjandi.”

Sanoesi Pane menelusuri jejak-jejak sejarah dengan mengajukan bukti-bukti untuk bisa diterima sebagai referensi. Sejarah tak cuma politik, agama, candi, raja, perang, arca. Sejarah juga bergerak dengan bahasa. Sejarah tercatat di oalahan kata alias kesusastraan. Sanoesi Pane tentu bergairah menggarap bab kesusatraan di arus sejarah Indonesia.