KLAIM, KONTESTASI, DAN KONFLIK IDENTITAS : Lokalitas vis-à-vis Nasionalitas

Buku ini bukan dimaksudkan untuk menambah deretan buku tentang manajemen konflik, melainkan untuk melihat permasalahan etnisitas yang selama ini spertinya lepas dari perhatian studi-studi sebelumnya. Studi ini tidak bertolak dari pemikiran tentang konflik bagi sesuatu yang given, melainkan mencoba melihat permasalahan yang ada dari perspektif sosial-politik, yaitu tentang adanya bangun kontruksi etnisitas yang tidak seimbang sehingga menimbulkan konflik sosial.

Ketidak seimbangan itu diduga terkait erat dengan kebijakan etnisitas pemerintah Orde Baru yang sentralistik. Pemerintah Orde Baru yang selalu menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan atas nama ‘stabilitas nasional’ secara langsung maupun tidak langsung telah mengabaikan pengembangan dan perkembangan pluralisme atau keaneka-ragaman yang menjadi ciri masyakrat Indonesia yang plural.

Dengan demikian studi ini menjadi penting apabila kita berbicara tentang persoalan konflik dan ancaman disintegritas bangsa yang sudah menjadi antithesis bagi kebijakan ‘homogenisasi’ Orde Baru tersebut.

Bagaimana persoalan etnisitas bisa menunjukan masalah positioning dan placing dalam hubungannya dengan isu lokal, nasional, dan mungkin global, adalah salah satu cara untuk mengkonstruksikan lokasi-lokasi di mana pertarungan bisa berkembang. Sayangnya politik representasi kebudayaan yang menghargai perbedaaan melalui konstruksi identitas etnis baru masih merupakan fenomena yang sama sekali baru bagi Indonesia. Oleh karena itu, studi ini mungkin bisa dilhat sebagai suatu langkah awal utuk memahami hal tersebut, khususnya dalam konteks ‘lokal’.