Masa Depan Islam

Islam sebagai pandangan dunia yang berorientasi ke masa depan, telah banyak dicontohkan oleh Rasullah SAS dan Khulafaurrasyidin. Ironisnya hal ini sering diabaikan oleh mereka yang terlibat dalam pembaharaun Islam masa kini. Saatnya padahal kita meranvang masa depan yang lebih berpengatuhan, dengan melihhat permasalahan masa kini yang sedang kita hadapi, dan tanpa membuang khasanah masa lalu yang begitu berharga. Ziauddin Sardar, lewat buku ini menawarkan kajian rasional dan sistematis terhadap berbagai alternatif yang dapat ditempuh untuk masa depan yang berjangakauan jauh dan berkerangka Islam.

Membaca Buku ini, kita akan segera diajak bertualang ke masa depan. Tulisan-tulisan Sardar membawa nuansa tersendiri karena merangsang kita untuk menatap masa depan yang tak pasti dengan sedikit keyakinan dan optimisme. Menurutnya, umat Islam harus kembali merebut masa depan dan tampil sebagai peradaban yang tegak setara dengan pelbagai peradaban lain di dunia ini. Namun, peradaban masa depan itu hanya bisa lahir jika umat Islam melakukan hal-hal yang konstruktif, menggiatkan kembali intelektualisme, dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, keadilan, kesederajatan, toleransi, dan pluralitas. Bagaimana hal itu dapat dilakukan? Langkah-langkah apa saja yang mesti direalisasikan untuk mewujudkannya?

Dalam buku ini, Ziauddin Sardar—disebut-sebut sang “arsitek” masa depan Islam—menawarkan pandangan-pandangan futuristiknya yang khas itu.