Mitologi dan Toleransi Orang Jawa

Dalam kehidupan Jawa, wayang menduduki peran sentral sebagai cerminan pemahaman diri dan lingkungannya. Dengan mendudukkan wayang dalam konteks sosiologis, etis, dan psikologis yang lebih luas di luar batas seni panggung dan kesastraan, Benedict Anderson menyelami pandangan hidup orang Jawa secara mendalam. Wayang, dalam pemahamannya, menjadi suatu mitos yang hidup yang menyajikan kisaran idealita yang luas dalam berbagai penokohannya yang memungkinkan orang Jawa memiliki sejumlah alternatif dalam pengidentifikasian diri dan pembentukan karakternya, serta memiliki pandangan yang toleran untuk melihat berbagai sifat manusia di sekitarnya. Ketika hadir pertama kali di tahun 60-an, buku ini adalah pelopor dalam mengenalkan wayang kepada publik Barat, terutama Amerika Serikat, dan telah menggerakkan penulisnya kemudian menjadi salah satu penafsir budaya Jawa yang paling terkemuka.