Ernest J. Simmons telah menggambarkan Pengakuan sebagai salah satu ungkapan yang paling mulia dan paling berani dari seorang manusia, curahan dari jiwa yang kacau bukan main oleh masalah besar kehidupanhubungan antara manusia dengan Yang Mahakuasanamun dieksekusi dengan penuh kejujuran dan seni yang agung.

Pengakuan merupakan kisah tentang krisis spiritual seorang paruh baya, unsur-unsur yang telah meragi dalam dirinya sejak masa mudanya. Dengan demikian, Pengakuan menandai titik balik dalam fokus perhatian Tolstoy sebagai seorang penulis, dan setelah tahun 1880 perhatiannya terkonsentrasisecara sangat eksplisit dan nyaris eksklusifpada kehidupan religius yang baginya diidealkan di kalangan petani.

Apakah Tolstoy pernah benar-benar menemukan arti kehidupan atau kebenaran yang ia cari? Apa pun yang dikatakan mengenai ini, jelas bahwa dia melanjutkan pencariannya sampai kematiannya pada tahun 1910: hidupnya dicirikan dengan pencarian dan penemuan yang sama banyaknya.”