Politik Kekuasaan Menurut Niccolo Machiavelli

Niccolò di Bernardo Machiavelli diakui sebagai pelopor ilmu politik modern, sebagaimana Adam Smith bagi ilmu ekonomi modern. Namun, ia kerap salah dimengerti orang. Machiavelli dikenal sebagai tokoh yang amoral karena dianggap penganut paham “tujuan menghalalkan cara”, dan machiavellism dipakai untuk segala pikiran, sikap, dan tindakan kotor-kejam dalam politik. Padahal, pilihan moral Machiavelli memihak sistem republik, sebagaimana tertuang dalam karyanya Discorsi (Politik Kerakyatan).

Yang ironis, salah mengerti ini hanya bersumber pada satu karyanya, Il Principe (Politik Kekuasaan), yang hanya mengemukakan apa yang nyata-nyata dilakukan oleh seorang penguasa untuk merebut, mempertahankan, dan kehilangan kekuasaan. Demikian gamblang penggambaran tersebut sampai-sampai Ernst Cassirer, filsuf Jerman terkemuka, menyebutnya buku resep teknik berkuasa.

Buku Politik Kekuasaan ini adalah sadurawn karya ternama itu, yang konon menjadi pegangan Stalin, Lenin, dan Mussolini, para diktator terkemuka dunia. Disajikan dalam bentuk bergambar, buku ini memudahkan kita memahami jalannya politik kekuasaan.