Questioning Everything! – Soni Triantoro dan Tomi Wibisono

Questioning Everything! – Soni Triantoro dan Tomi Wibisono

resensi-Buku-Questioning-Everything-bacakuy.netBuku Questioning Everything! Kreativitas di Dunia yang Tidak Baik-Baik Saja memuat 27 artikel wawancara pilihan dari WARN!NG Magazine. Praktis, wawancara yang terpilih juga melibatkan narasumber-narasumber popular dan termahsyur di kalangan anak muda dan budaya populer, mulai dari musisi, sutradara, sastrawan, atau pegiat seni terkemuka lainnya.  Baca segera dalam buku ini!

Sebut saja Sheila On 7, Jerinx (Superman Is Dead), FSTVLST, Nia Dinata, Puthut EA, hingga Seno Gumira Ajidarma. Belum juga termasuk figur-figur internasional seperti Joshua Oppenheimer (sutradara film Act of Killing dan The Look of Silence), Bumblefoot (mantan gitaris Guns N’ Roses) dan Discharge (band hardcore legendaris asal Inggris).

Peradaban mundur, sejarah kelam terulang. Barangkali itu klaim bombastis. Satu yang niscaya, saat ini kita hidup di dunia yang tidak baik-baik saja. Kita mengerami nyawa di dunia tempat menemukan keresahan ialah kegaliban, dan menemukan kebenaran tak semudah di soal pilihan ganda PPKN. Hal-hal buruk adalah kenyataan, sementara hal-hal baik adalah harapan. Dan di dunia semacam itu, sebagian optimis dalam ketidaktahuan. Meringkuk dalam laku fatalis, abai, dan konsumtif. Larut.

Sebagian lagi pesimis dalam ciut dan keragu-raguan. Larut. Jika memang sedemikian suramnya, mengapa dunia tetap bertahan? Tak bergegas hancur berkeping-keping dan kembali ke rantai makanan sederhana ala zaman dinosaurus? Mungkin Tuhan Yang Mahatahu memang masih menunggu, atau bisa jadi karena masih ada serpihan nyala yang berbinar di berbagai ufuk semesta. Kami percaya keduanya, walau lebih condong ke premis kedua. Kami berupaya mengabadikan serpihan-serpihan itu. Binar dari insan-insan yang terus menjaga kreativitas tetap berumur panjang. Mereka ialah para seniman, baik musisi, penulis, sutradara, atau perupa yang tak kenal lelah menafkahi dunia yang kian membosankan.

Dengan tajuk Questioning Everything: Kreativitas di Dunia yang Tidak Baik-Baik Saja, ada optimisme yang coba kami utarakan dari pesimisme yang seyogianya pun patut disadari. Selalu ada yang salah, namun senantiasa ada asa dan cara. Boleh jadi begitulah kreativitas bekerja.

****

Ada dua cara ampuh untuk memahami isi kepala seseorang: Pertama, sama bangi tempat ia tinggal dan lihat koleksi bukunya. Kedua, luangkan waktu yang amat panjang dan ngobrol-lah dengan dia. Kalau tak punya waktu dan segan bertemu, baca saja wawancaranya. Adalah suatu hal yang patut disyukuri di tengah deruan zaman artikel distorsif serba singkat nir-5W+1H masih ada anak-anak muda sudi berkutat berjam-jam mentranskip dan menyunting wawancara panjang seperti yang ada dalam buku ini.
– Ananda Badudu, Jurnalis Tempo/ Vokalis Banda Neira

Sejak dulu, Yogyakarta adalah salah satu dapur kreatif Indonesia. Kata ini selalu menyuplai kreator-kreator yang kemudian bersinergi dengan kreator-kreator dari kota lain untuk mengembangkan dunia kreatif negeri ini. Sejak mahasiswa , anak-anak muda di Yogyakarta sudah terbiasa ditantang untuk mencipta dan membuka ruang mereka, baik secara kolektif maupun secara individu. Salah satu yang mencuat di Yogyakarta, di era sekarang ini, adalah apa yang dilakukan oleh Tomi Wibisono dkk. Siapapun pasti mafhum, hanya dengan ketelatenan dan energi kreatif yang terus terpelihara, maka Warning Magz bisa ada dan tumbuh terus. Ini kerja yang luar biasa.

– Puthut EA, Kepaka Suku Mojok.


Data Buku

Judul Questioning Everything!
PENERBIT Shira Media, Yogyakarta
PENULIS Soni Triantoro, Tomi Wibisono
CETAKAN 2018
HALAMAN 368 Halaman
DIMENSI 13 x 19.5 cm
BERAT 400 g

Close Menu