RASIONALITAS TAFSIR MUHAMMAD ABDUH ; Kajian Masalah Akidah dan Ibadat

Iman bukan semata-mata hati, tapi juga masalah akal. Justru, bagi Muhammad Abduh, cara untuk mengokohkan iman mesti dilakukan dengan merasionalisasikan masalah-masalah yang diterangkan al-Qur’an, sehingga keterangan yang dihasilkannya dapat diterima akal. Sebagai tokoh modernis, Abduh menginginkan iman yang tertanam di lubuk hati masyarakat Islam adalah iman yang rasional-dinamis. Yaitu iman yang mendorong terwujudnya perbuatan-perbuatan yang bersemangat rasional dirancang untuk mencerahkan nalar umat, sehingga pada gilirannya Islam tidak lagi tertutup oleh kebodohan umatnya.