SEJARAH NERAKA (Tarekhe Jahannam)

Dalam konteks akidah atau keimanan yang Islami, persoalan neraka, sekalipun rumit, hanyalah sub bagian dari prinsip Hari akhir. Selain soal neraka, prinsip ini juga menjelaskan soal surga berikut ciri-cirinya, syafaat, dan sebagainya. Namun, prinsip hari akhir tidak akan bermakna apa-apa jika tidak di topang pemahaman tentang eksistensi dan ketunggalan Tuhan, sebagai sumber segala eksistensi. Dengan demikian, konsep dan realitas hari akhir, terlebih neraka, hanyalah konsekkuensi logis dari konsep dan keberadan Tuhan.

Adapun dalam konteks antropologisnya, sebagaimana di uraikan dalam buku ini, ide dan problematik neraka ternyata sudah muncul sejak masa kuno. Menariknya lagi, buku ini juga menunjukkan adanya pergeseran makna neraka dari masa ke masa. Pada mulanya, neraka dimaknai sebagai tempat peristirahatan terakhir yang dituju orang yang sudah mati, khususnya kalangan pembesar dan pahlawan. Namun, seiring berkembangnya daya intelektual, terutama sejak munculnya ajaran Kristen, neraka akhirnya dipahami sebagai tempat siksaan bagi para pendosa.

Rangkaian data empirik yang terbilang langka dengan disertai analisis yang cukup cermat, menjadikan buku ini layak diapresiasi sebagai bahan dan pustaka intelektual.