SIUL GELOMBANG

Siul Gelembung (1934) ditulis dengan latar belakang gerakan teroris revolusioner pra-kemerdekaan di Benggala. Novel ini merupakan tantangan kepada terorisme yang dijadikan simbol keberanian, pengabdian, pengorbanan dan kepahlawanan; bahwa keunggulan manusia tidaklah dapat diraih dengan kehancuran pihak lain.
Ela, tokoh novel ini menyembulkan kesadaran lain tentang nilai cinta dan individualitas, juga menyuarakan kecemasan moralnya terhadap kekerasan. Maka inilah kisah cinta. Di sini Tagore menyajikan momen-momen primitif, menggairahkan, dan erotik dari orang muda yang sedang dirundung cinta dan tergilas oleh ideologi yang keliru.