Terjun dan Kisah Kisah Lain – Nadine Gordimer

Terjun dan Kisah Kisah Lain – Nadine Gordimer

Nadine Gordimer, pengarang Afrika Selatan, dengan konsisten merekam dinamika pergulatan manusia-manusia Afrika, yang kini tak lagi hanya terbatas pada sosok berkulit hitam, disebabkan oleh kolonialisme Eropa yang mengharu-biru identitas kebangsaan dan mencacah-cacah wilayah sekaligus mengkategorisasikan warganya berdasarkan tingkat kegelapan warna kulitnya.

Suara tokoh-tokoh rekaan Gordimer dalam Terjun dan Cerita-cerita Lainnya ini mewakili ambiguitas, prasangka, alienasi dan dislokasi manusia-manusia pasca-kolonial Afrika.

Maka, sudut pandang seorang Kulit Putih yang mengkhianati teman-teman sewarna kulitnya, yang merancang sebuah proxy war untuk mengadu domba sesama Kulit Hitam setelah sebuah kemenangan Revolusi (dalam Terjun),

berkelindan dengan sudut pandang seorang gadis Kulit Hitam yang harus mencerna mengapa ia tak boleh berharap untuk pulang setelah ia mengungsi (dalam Safari Paripurna). Tema “pulang” pun banyak terwedar dalam cerpen-cerpen lainnya, misalnya, Eksodus Ayahku, Teraloyna, Rumah dan Amnesti.

Meskipun ia perempuan Kulit Putih, tetapi Peraih Nobel Sastra pada 1991 ini aktif berpolitik menentang Apartheid di negaranya, sehingga ia pun harus menghadapi sensor rezim supremasi Kulit Putih itu. Setelah era gelap itu berakhir, ia melanjutkan aktivismenya dalam kampanye penanganan HIV/AIDS.

Leave a Reply

Close Menu