ADAT BERDAULAT : Melawan Serbuan Kapitalisme di Aceh

“Salah satu anggapan dasar buku ini adalah bahwa adat memiliki kaidah dan nilai-nilai yang lebih adil dan berkelanjutan dibanding janji-janji kemajuan yang diusung oleh kapitalisme…
Adat dipahami sebagai perangkat menyeluruh–ideologi, strategi dan praktik– yang memadai dan lebih adil dibandingkan ideologi dan praktik kapitalisme yang terbukti meminggirkan, merusakrampas ruang-ruang hidup dan rentan terhadap krisis.” Marsen Sinaga, Tuha Peuet Prodeelat.
“Terutama uraian tentang ideologi dan epistemologi perlawanan adat di Aceh… sungguh suatu tulisan yang menunjukkan kesungguhan hati, sangat mendasar, dan menggerakkan.” Muchtar Abbas, Orang Aceh di rantau.