Filsafat Seni Karl Marx

Karl Marx tidak berangkat dari teori seni, tapi ia mewariskan banyak komentar singkat dan tulisan tentang seni dan sastra. Pada 1933, untuk pertama kalinya, karya-karya Marx itu diseleksi oleh Mikhail Lifshitz dan dimanfaatkan untuk menyusun model provisional filsafat seni Marx.

Meskipun Karl Marx harus mengurusi tugas yang lebih penting, yaitu merumuskan teori estetika secara sistematis, judul buku ini boleh jadi tampak seperti penilaian yang berlebihan. Namun judul ini bukan tanpa dasar dan baru jelas setelah pembaca mengarungi kawasan luas yang telah memungkinkan Lifshitz memasuki tema ini. Meskipun banyak kajian lain yang mengulas tulisan-tulisan Marx mengenai seni dan sastra, tidak banyak pengamat yang bersedia menganalisis evaluasi estetik Marx sebagai bagian dari perkembangan teori umum dia. Itulah yang dilakukan buku ini.

Menurut Lifshitz, tulisan-tulisan Marx menekankan kesenjangan kesenjangan perkembangan sosial dengan artistik, dan memandang sasaran tertinggi estetika Marx adalah memecahkan kontradiksi perkembangan kekuatan-kekuatan produktif dengan meningkatnya alienasi kelas-kelas produktif. Ia melihat dalam Marxisme ada sarana untuk menghapus kontradiksi penindas dengan yang ditindas; kerja fisik dengan mental, sehingga memungkinkan terciptanya kebudayaan universal yang nirkelas dan tidak mengasingkan.