PASAR KuntoWijoyo

Novel ini menceritakan proses pewarisan nilai-nilai Jawa dan perubahan sosial di sebuah kota kecamatan. Benturan tokoh-tokohnya yang mewakili kelas priayi agraris, wong cilik, birokrat dan pedagang kapitalis dikisahkan dengan segar dan jenaka. Di antara mereka, siapa yang akhirnya dianggap mampu ‘memimpin’?

“Tidak ada lagi orang Jawa yang lain. Juga camat, juga kepala polisi. Ah, tahunya apa cama-camat sekarang. Adu jago saja patohan, membuat candrasengkala mesti ke Pak Mantri Pasar.
Inilah kelirunya. Zaman dulu pegawai itu mesti tahu sastra. Bukan sekadar baca tulis…”