MENGHADIRKAN HATI ; Panduan Mengapai Cinta Ilahi

Hati adalah aspek internal manusia yang paling penting (urgens), karena hatilah muasal (tempat) niat dan spirit dari setiap perbuatan kita sebagai implementasi kehambaan pada Allah. Makanya, Allah menegaskan dalam Al Quran, bahwa Dia tidak sedemikian, bahkan sama sekali, mempersoalkan sisi luar dari diri, tetapi sisi dalam-nya, yakni apa yang di dalam dada (sudur), apa yang terbesit di hati. Rasul SAW sendiri menandaskan dalam sebuah hadis muttafaq alayh, bahwa di dalam organ tubuh manusia adalah poros yang menjadi penentu baik-tidak karakter kemanusiaan dan keberislaman kita, yakni hati. Jika buruk sang hati, buruklah segalanya. Sebaliknya, Jika mulia sang hati, mulialah semuanya. Sampai disinilah, maka, tak ayal, apalagi dalam konteks praktik dan perilaku sufistik, penghadiran hati dalam setiap amal perbuatan kita merupakan upaya ruhani yang sangat penting. Tanpa menghadirkan hati, mustahil seseorang bisa menggapai derajat kedekatan dengan Tuhan yang menjadi tujuan utama perilaku dan praktik keberagamaannya. Hati sang Mukmin adalah Raja, hati sang Mukmin adalah tempat Tuhan bersemayam.