Mustika Naga

Mustika Naga
“Jika Rindu itu abadi,
Maka Cinta terlahir kembali, Sayangku.
Berjanjilah, tidak lagi terlambat.
Jika kita terlahir kembali, cepat-cepat menujuku.
Pun aku memburumu. Tak butuh waktu lebih lama dari seketika
Untuk saling mengenal lagi di antara kita berdua.
Sebab, sama kita membawa Rindu ke mana-mana.”
***Mustika Naga karya Candra Malik berkisah tentang Sarpayatna Taksaka, lelaki dari bangsa Naga, yang jatuh hati kepada Tarkeisya Gaganeswara Garudeya, perempuan bangsa Kaga. Tapi Saka punya satu misi: menemukan Mustika Naga, yang ternyata ada di tangan Keisya.Dalam perjalanannya, Saka justru bersentuhan dengan ajaran Djawa Sunda. Ia yakin hilangnya sang ayah berkaitan dengan ajaran ini. Belakangan Saka tahu, sebelum datangnya agama-agama, tanah ini telah pitaya, percaya, pada Gusti yang Esa. Tiga kali Syekh Subakir meminta izin untuk masuk, baru pada kali keempat Sabda Palon mufakat pinjam pakai tempat. Jawa dipinjamkan selama lima ratus tahun. Dan kini, lima ratus tahun telah berlalu….
Close Menu