NYANYIAN SERULING DAN JALAN TASAWUF ; Puisi – Puisi Sufistik Jalaluddin Rumi

PENDAKIAN RUHANI

Apabila engkau ikut serta dalam barisan mereka yang
mengadakan Pendakian, ketiadaan akan membawamu ke
atas bagaikan Buraq.
Itu bukanlah seperti naiknya makhluk hidup ke bulan;
bukan, melainkan seperti naiknya pohon tebu ke gula.
Itu bukanlah seperti naiknya asap ke langit; bukan itu,
melainkan seperti naiknya embrio ke rasionalitas.
—-
Melalui puisi-puisinya Jalaluddin rumi menyampaikan bahwa pemahaman atas dunia hanya mungkin didapat lewat cinta, bukan semata-mata lewat kerja fisik. Rumi juga menyampaikan bahwa Tuhan merupakan satu-satunya tujuan bagi perjalanan hidup manusia.

Ia sangat menentang pendewaan terhadap logika dan indera dalam memnetukan kebenaran hakiki yang saat itu tengah marak menjangkiti sebagian besar ummat Islam, akibat pengaruh paham Mu’tazilah. Bagi Rumi, pemahaman semacam itu dapat melemahkan iman kepada sesuatu yang ghaib, sehingga keimanan kepada hakekat yang tidak kasat mata, bisa menjadi goyah. “Padahal, yang lahir itu senantiasa menunjukkan adanya sesuatu yang tersimpan, yang tersembunyi di balik dirinya”. Katanya.