KRITIK ATAS TEORI KOMUNIKASI ; Kajian dari Media Konvensional Hingga Era Internet
Buku yang ada di tangan pembaca ini ingin menunjukkan bahwa sebagai jantung modernitas, komunikasi selalu berada di tengah persimpangan antara
Buku yang ada di tangan pembaca ini ingin menunjukkan bahwa sebagai jantung modernitas, komunikasi selalu berada di tengah persimpangan antara
“Ada banyak alasan untuk tertarik pada kota Solo tahun-tahun 1900-1915, antara lain, dua pemerintahan (Kasunanan dan Mangkunegaran) mempunyai karakteristik yang
Buku yang ada di tangan pembaca ini ingin menunjukkan bahwa sebagai jantung modernitas, komunikasi selalu berada di tengah persimpangan antara
Pada kesempatan ini, penerbit menerbitkan ulang buku Dunia Samin secara utuh dan lengkap sejak buku pertama sampai ketiga. Jadi dengan
Buku ini menawarkan pengantar bagi perdebatan tentang modal sosial dan mengusulkan cara bagaimana melanjutkan diskusi ini di masa depan. Perdebatan
Alexandru Sahia adalah salah seorang penulis Rumania terkemuka yang menulis untuk membela kepentingan rakyat. Tulisannya mengandung keyakinan yang teguh akan
Melalui buku ini Anthony Giddens mengkaji seluk beluk modernitas dan konsekuensi-konsekuensi. Dalam masyarakat industrial, namun pada batas-batas tertentu di dunia
Orang bisa memberi tafsir yang bermacam-macam tentang perubahan masyarakat dan kebudayaan, karena kedua-duanya memang kaya dengan nuansa. Buku ini merupakan
Bab satu buku ini bicara Peradaban-Peradaban Pertama. Dalam uraiannya bab ini mengulas tentang Zaman Prasejarah, Munculnya Peradaban, Peradaban Mesopotamia, Peradaban
Konon kita tengah memasuki era ‘postmodernitas’. Klaim ini ditopang oleh tiga tema: Kritik postrukturalis oleh Foucoult, Derrida, dan filsuf-filsuf lain
Buku ini saya rekomendasikan bisa menjadi buku pegangan bagi kajian Filsafat Ilmu di kampus-kampus di Indonesia. Melalui kajian Post-materialisme, penulis
Tiap tahun miliaran dolar digelontorkan korporasi untuk mempengaruhi pola konsumsi. Dengan lihai mereka memengaruhi pikiran, selera dan menciptakan citra-citra yang
Soedjatmoko adalah seorang intelektual Negara Dunia Ketiga dan sekaligus warga dunia, pemikirannnya diakui oleh dunia internasional. Soedjatmoko mengkritisi konsep hidup
Para Feminis menuntut “KESETARAAN”, padahal kesetaraan adalah mitos karangan masyarakat industrial yang eksis. Agar seksisme berkurang, pertumbuhan ekonomi harus negatif.
Buku ini memperkenalkan kepada pembaca berbagai teori sosial kritis, yang dikaji dari sumber aslinya ditambah dari berbagai sumber sekunder. Perkembangan
Buku ini berpendapat bahwa sejarah, beragam pemakaian dan bermacam-macam arti dari konsep yang satu ini berasal dari filsafat, estetika kritis,
Karl Marx menghadirkan suatu analisis yang kompleks dan masih relevan tentang dasar historis ketidaksetaraan di dalam kapitalisme dan berbagai cara
Dengan buku ini Irwan Abdullah sebenarnya hanya ingin mengatakan bahwa di dunia ini tidak ada yang berhenti, semuanya berjalan dan
Penentu global menempatkan isu demokratisasi dalam pemerintahan, menempatkan rakyat pada kedudukan yang penting dan strategis. Tugas pemerintah pada hakikatnya adalah
Pada tataran buku ini perkenannya lebih pada budaya deferensial, dimana pemaknaan itu sendiri sesungguhnya sangat bersifat historis yang menyebabkan pembentukan