Wajah Studi Agama-agama : Dari Era Teosofi Indonesia (1901-1940) Hingga Masa Reformasi

Wajah Studi Agama-agama : Dari Era Teosofi Indonesia (1901-1940) Hingga Masa Reformasi

Sejak dulu banyak orang menganggap kajian ilmiah terhadap agama sebagai sesuatu yang absurd dan tidak menyenangkan. Menurut Ninian Smart, disebut absurd karena pendekatan ilmiah cenderung untuk melalaikan atau mendistorsi perasaan-perasaan batin dan respons-respons terhadap yang tak terlihat. Disebut tidak disukai karena studi ilmiah membawa pendekatan yang dingin terhadap apa yang seharusnya.

Close Menu