BAHASA POHON SELAMATKAN BUMI

“Itu menyebabkan saya berpikir: bahkan di sekitar pohon-pohon, ada benturan-benturan kepentingan. Yang disebut sebagai “”lingkungan””, yang selama ini terdengar semata-mata sebagai pengertian ilmiah dan teknis, pada akhirnya mempunyai dimensi politik. Di hadapan kenyataan itu, di hari-hari ketika kita makin sadar apa artinya oksigen, air, serangga, dan burung-burung bagi kelanjutan hidup kita, kita mau tidak mau perlu memikirkan sebuah gerakan yang militan dan efekif untuk pohon-pohon. Apa yang mengimbau niat baik untuk bekerja mengubah dunia bagi kebaikan sesama–yang dulu sangat kuat sosialisme–kini tengah menemukan motivasinya yang baru. Yang serakah, yang berkata bahwa pada akhirnya manusia adalah untuk diri sendiri, harus ditumbangkan. Bagi saya, “”merah”” dewsa ini berarti “”hijau””.
– Goenawan Mohamad”