Teori Interpretasi

Teori Interpretasi

Buku ini adalah lanjutan serangkaian kajian yang telah kami lakukan mengenai ilmu gaib (Nalar Serta Rasionalitas Mistik dan Ilmu Gaib), yang telah terbit sebelumnya. Dalam hal ini, kajian buku ini membahas tentang fenomena sakti dan saktisme, hingga mengerucut pada kesaktian dalam ajaran Islam. Yakni mengenai kesaktian para waliyullah (insan Kamil atau Wali kekasih Allah), serta kesaktian dalam kuasa dan kekuasaan.

Bahwa seorang waliyullah menjadi sakti, bukan karena sebelumnya belajar jurus-jurus ilmu kanuragan dan ilmu tenaga dalam. Tetapi kesaktian mereka didapat karena karomah Allah semata. Disebabkan karena kesucian hatinya, karena kebersihan dan Maraknya kajian wacana dalam pemikiran kontemporer tidak hanya mengindikasikan suatu tema penting filsafat abad ke-20, namun juga suatu kebutuhan yang sangat mendesak untuk re-elaborasi persoalan bahasa yang menandai zaman ini.
Bahasa, seperti dikutip Haidegger, adalah tempat tinggal manusia (the house of being). Karena, dengan bahasa, kita dapat mengungkap apa yang kita inginkan. Dengan bahasa pula, makna hadir dengan bebasnya ke dalam atmosfer kesadaran kita. Bahasa adalah satu-satunya pilihan untuk menginterpretasi realitas yang ada di hadapan kita.

Bagaimana memahami makna bahasa itu? Hanya dengan interpretasi kita dapat memahami realitas. Buku penting ini menjadi jawaban yang tepat untuk menemani kita dalam menjelajahi makna bahasa dengan mengetengahkan seperangkat teori interpretasi yang terangkum dalam filsafat wacana. Dengan menyelami teori interpretasi yang dijelaskan secara detail dan komprehensif dalam buku ini, kita bisa realitas dengan segala kompleksitas di dalamnya.

Close Menu